PKC PMII Jawa Barat Soroti Paradoks Pembangunan, Angka Anak Tidak Sekolah hingga Program MBG

SUARA PAJAJARAN

- Redaksi

Rabu, 8 Juli 2026 - 21:01 WIB

5035 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandung – Pengurus Koordinator Cabang (PKC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Jawa Barat menggelar diskusi publik bertajuk **”Paradoks Indonesia, Paradoks Jawa Barat: Ke Mana Arah Keberpihakannya?”** sebagai ruang kritik dan refleksi terhadap berbagai persoalan pembangunan yang dinilai masih menyisakan ketimpangan, baik di tingkat nasional maupun daerah.

Kegiatan yang berlangsung di Angkringan Langkah, Jalan Cijawura III, Kecamatan Buah Batu, Kota Bandung, pada Selasa (16/6/2026), dihadiri Ketua PKC PMII Jawa Barat Rusli Hermawan bersama ratusan kader PMII dari berbagai cabang se-Jawa Barat. Forum ini juga melibatkan perwakilan komunitas pengemudi ojek online (ojol) sebagai representasi masyarakat yang merasakan langsung dampak kebijakan publik.

Ketua Pelaksana Kegiatan, Riki Ramdhan Fadilah, mengatakan diskusi tersebut merupakan bentuk komitmen PMII dalam mengawal berbagai persoalan kerakyatan di tengah kondisi nasional dan daerah yang dinilai penuh kontradiksi.

Menurutnya, masih terdapat kesenjangan antara pertumbuhan ekonomi yang kerap ditampilkan melalui indikator makro dengan kondisi kesejahteraan masyarakat di lapangan.

“Diskusi ini kami gagas karena melihat adanya jurang pemisah yang lebar antara pertumbuhan ekonomi dengan realitas kesejahteraan masyarakat. Kita melihat di tingkat nasional, warisan keadilan sosial Bung Karno belum sepenuhnya membumi,” ujar Riki.

Riki yang juga menjabat sebagai Ketua Biro Komunikasi, Hubungan Pemerintah, dan Advokasi Kebijakan Publik PKC PMII Jawa Barat menyoroti kondisi Jawa Barat yang masih menghadapi berbagai persoalan sosial, khususnya di sektor pendidikan. Ia menyebut provinsi dengan jumlah penduduk terbesar di Indonesia tersebut masih mencatat angka Anak Tidak Sekolah (ATS) tertinggi secara nasional berdasarkan data Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).

Selain isu pendidikan, diskusi juga mengulas sejumlah kebijakan pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Berbagai persoalan yang menjadi perhatian meliputi pelemahan nilai tukar rupiah, kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang dinilai semakin menekan daya beli masyarakat, terutama pekerja sektor informal seperti pengemudi ojol.

Forum tersebut juga menyoroti implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menurut peserta diskusi masih menghadapi berbagai persoalan di lapangan.

“Beberapa isu krusial yang kami bedah di antaranya pelemahan nilai tukar rupiah, kenaikan harga BBM yang menekan daya beli masyarakat informal seperti ojol, hingga karut-marut implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilai masih minim pengawasan dan menyisakan kasus keracunan di sejumlah daerah,” kata Riki.

Tak hanya membahas persoalan ekonomi dan sosial, diskusi tersebut turut merefleksikan dinamika gerakan mahasiswa nasional. Salah satu isu yang mengemuka adalah insiden penolakan dialog oleh mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) saat kunjungan Presiden yang memunculkan perdebatan mengenai posisi gerakan mahasiswa dalam mengawal jalannya pemerintahan.

“Peristiwa tersebut memicu perdebatan penting mengenai bagaimana mahasiswa hari ini harus memosisikan diri, apakah tetap menjaga jarak kritis atau mengoptimalkan ruang dialog sebagai instrumen pengawasan,” ujarnya.

Melalui forum ini, PKC PMII Jawa Barat di bawah kepemimpinan Rusli Hermawan menegaskan komitmennya untuk terus menjadi motor konsolidasi gerakan mahasiswa dalam mengawal kebijakan publik yang berpihak kepada masyarakat.

PMII menilai keberhasilan pembangunan tidak cukup diukur dari capaian statistik makroekonomi semata, melainkan dari sejauh mana keadilan sosial dan keberpihakan negara benar-benar dirasakan oleh masyarakat hingga ke tingkat akar rumput.

“Ukuran keberhasilan pembangunan bukanlah deretan angka statistik makroekonomi, melainkan sejauh mana keadilan dan keberpihakan negara dapat dirasakan nyata oleh masyarakat di akar rumput,” tutup Riki. (REDAKSI)

Berita Terkait

DPRD Kota Bandung Tetapkan Perda Bank Perekonomian Rakyat
Ismawanto Somantri: “Saya Burung Pipit yang Hadir Selamatkan Demokrasi APDESI” ‎ 
Edwin Senjaya Buka Alarm Sosial Buahbatu: Perda Baru Tak Boleh Berhenti di Atas Kertas
Semarak HJKB ke 216 Rapat Paripurna DPRD Bandung Jadi Momentum Evaluasi dan Refleksi Pembangunan dan Kesejahteraan
Semarak HJKB ke 216 Rapat Paripurna DPRD Bandung Jadi Momentum Evaluasi dan Refleksi Pembangunan dan Kesejahteraan
SWI Jabar dan Diskominfo Jabar Perkuat Komunikasi, Bahas Masa Depan Ekosistem Informasi yang Lebih Terbuka
BULOG Kawal Penyaluran Bantuan Pangan di Kabupaten Bandung, Pastikan Pelaksanaan Sesuai Ketentuan
Diduga Didorong dan Ditarik Satpam BPN Kota Bandung, Anggota LSM KOREK Lapor Polisi

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 22:25 WIB

Menko Pangan Zulkifli Hasan Dipastikan Buka Rakernas III PJS di Batam

Senin, 2 November 2026 - 18:49 WIB

Sebelum Melantai di Bursa, Catatan Audit BPK Ungkap Dua Masalah Besar Keuangan PAM Jaya: Selisih Rp16 Miliar dan Dugaan Manipulasi Rp44 Miliar

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 14:25 WIB

DPRD Kota Bandung Tetapkan Perda Bank Perekonomian Rakyat

Jumat, 30 Oktober 2026 - 19:06 WIB

Ismawanto Somantri: “Saya Burung Pipit yang Hadir Selamatkan Demokrasi APDESI” ‎ 

Selasa, 27 Oktober 2026 - 18:03 WIB

HIPKA Jawa Barat Lantik 17 BPD Kabupaten/Kota, Perkuat Jaringan Pengusaha dan Dorong Pertumbuhan Ekonomi Daerah

Selasa, 27 Oktober 2026 - 12:16 WIB

BPKS dan ASPRINDO Sepakat Kembangkan Pelabuhan Sabang Menuju Green Port

Selasa, 20 Oktober 2026 - 18:19 WIB

XTC 04 SOEMBER Ajak Anggota Tebar Kepedulian Sosial, Bangun Kedekatan dengan Masyarakat

Senin, 19 Oktober 2026 - 20:00 WIB

Humas PMJ Diduga Minta Berita Dugaan Perampasan HP Wartawan Dihapus, Publik Tanya Komitmen Transparansi Polri

Berita Terbaru

Bandung

DPRD Kota Bandung Tetapkan Perda Bank Perekonomian Rakyat

Sabtu, 31 Okt 2026 - 14:25 WIB