Ketika Aturan Dipertanyakan dan Warga Ketakutan, Tower Batununggal Memicu Krisis Kepercayaan

Redaksi Jabar

- Redaksi

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 23:10 WIB

5048 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kota Bandung ,Suarapajajaran.online – Penolakan keras warga terhadap relokasi pembangunan menara telekomunikasi di Jalan Cileutik RT 04 RW 04, Kelurahan Batununggal, Kecamatan Bandung Kidul, Kota Bandung, semakin memuncak. Warga yang rumahnya berdempetan langsung dengan lokasi proyek menilai pembangunan tersebut mengabaikan keselamatan lingkungan dan kepentingan masyarakat sekitar.

Pantauan di lokasi menunjukkan kondisi proyek berada di kawasan permukiman padat, dengan jarak yang sangat dekat terhadap bangunan rumah warga. Gundukan tanah dan aktivitas pekerjaan dinilai menimbulkan keresahan serta kekhawatiran terhadap potensi dampak pada struktur rumah di sekelilingnya.

 

Kecemasan warga bukan tanpa alasan. Menurut sejumlah warga terdampak, pembangunan tetap berjalan meski penolakan telah disampaikan dan keluhan mengenai kedekatan proyek dengan bangunan rumah terus disuarakan.

Yang membuat persoalan semakin serius, Dinas Cipta Karya, Bina Konstruksi dan Tata Ruang Kota Bandung telah menerbitkan surat resmi bernomor P/HK.09.01/4363-DICIPTABINTAR/VIII/2026 tertanggal 4 Agustus 2026 perihal Himbauan Penghentian Kegiatan kepada pimpinan PT. Solu Sindo Kreasi Pratama.

 

Dalam surat tersebut disebutkan bahwa penghentian sementara dilakukan menyusul hasil kunjungan Wakil Walikota Bandung dan adanya pengaduan dari warga terdampak terkait kegiatan pembangunan menara telekomunikasi di lokasi tersebut.

Namun, menurut warga, surat penghentian itu diduga tidak diindahkan.

 

“Kami melihat aktivitas proyek masih berjalan seperti biasa. Kalau sudah ada surat penghentian sementara dari dinas, kenapa pekerjaan tetap berlangsung? Ini yang membuat warga semakin kecewa dan marah,” ujar salah seorang warga yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan.

Warga menilai perusahaan terkesan lebih mengutamakan kelanjutan proyek dibanding keselamatan dan kenyamanan masyarakat sekitar. Mereka juga mempertanyakan sejauh mana kepatuhan perusahaan terhadap ketentuan perizinan, terutama terkait bangunan yang berdempetan langsung dengan lokasi proyek.

 

Beberapa warga mengaku khawatir terhadap potensi dampak penggalian dan pekerjaan konstruksi terhadap pondasi rumah mereka. Mereka meminta pemerintah tidak hanya mengeluarkan surat imbauan, tetapi juga melakukan tindakan tegas apabila benar ditemukan pelanggaran di lapangan.

“Jangan sampai aturan hanya jadi kertas tanpa wibawa. Kalau sudah diperintahkan berhenti sementara, seharusnya semua aktivitas dihentikan sampai persoalan dengan warga dan perizinan jelas,” tegas warga lainnya.

Selain itu, warga mengkhawatirkan juga jika tower tersebut suatu runtuh menimpa rumah warga, bahkan jikalau ada korban jiwa, siapa yang akan bertanggung jawab jika ada korban nyawa ataupun insiden yang dapat mencelakai warga sekitarnya.

 

Tambah lagi efek frekuensi terhadap kehidupan atau keselamatan warga, karena menurut penelitian para ahli, memancarkan radiasi non-pengion (non-ionizing radiation) yang tidak membawa energi cukup besar untuk merubah struktur atom atau merusak rantai DNA.

Bahkan, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan bahwa paparan dari menara telekomunikasi tidak berdampak buruk pada kesehatan manusia selama masih di bawah ambang batas aman yang ditentukan.

 

Meskipun demikian, terdapat dua jenis efek potensial yang terus diteliti secara ilmiah :

Efek Termal (Efek Panas)

 Peningkatan Suhu Jaringan: Gelombang radio frekuensi tinggi dapat diserap oleh jaringan tubuh dan memicu kenaikan suhu lokal.

 Ketergantungan Frekuensi: Semakin tinggi frekuensi pemancar (misalnya beralih dari jaringan 3G ke 4G/5G), potensi panas yang dihasilkan secara fisik akan meningkat.

 Standar Keamanan Ketat: Regulasi global membatasi tingkat radiasi ini, contohnya batas maksimal aman sebesar 4.5 Watt/m² untuk frekuensi 900 MHz.

 

Efek Non-Termal (Keluhan Biologis)

Beberapa studi independen menunjukkan adanya sensitivitas gelombang radio elektromagnetik (hypersensitivity) pada sebagian kecil populasi yang tinggal sangat dekat dengan menara, dengan keluhan berupa:

 Gangguan pola tidur atau insomnia.

 Sakit kepala, pusing berputar, dan migrain.

 Kelelahan kronis dan sulit berkonsentrasi.

 Kecemasan berlebih akibat paparan jangka panjang.

Untuk menjaga aspek keselamatan, pembangunan infrastruktur ini wajib mematuhi aturan jarak aman pemukiman serta mendapatkan sertifikasi uji pancaran frekuensi dari otoritas telekomunikasi setempat.

Disisi lain, sikap perusahaan yang diduga tetap menjalankan aktivitas proyek setelah keluarnya surat penghentian sementara kini menjadi sorotan. Warga mendesak Pemerintah Kota Bandung, khususnya Dinas Cipta Karya, Bina Konstruksi dan Tata Ruang, untuk segera turun kembali ke lokasi dan menegakkan aturan secara tegas.

 

Parahnya lagi, menurut warga yang dekat dengan pembangunan tower tersebut, mereka awalnya merasa tidak dilibatkan dalam musyawarah terkait izin pembangunan tower itu. Dan konyolnya kata mereka, pihak PT. Solu Sindo Kreasi Pratama meminta izin dan mencantumkan tandatangan beberapa warga yang jauh dari titik lokasi pembangunan menara, dengan memberikan konpensasi yang beragam nilainya.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak PT Solu Sindo Kreasi Pratama belum memberikan keterangan resmi terkait tudingan warga bahwa aktivitas proyek masih berlangsung meski telah diterbitkan surat penghentian sementara oleh dinas terkait.

**(Tim)**

 

 

 

 

 

Berita Terkait

SEKIAN LAMA MENJABAT PLT/PJS, AKHIRNYA DR. HJ. LIA N. SUKANDAR,MM.Kes. RESMI DILANTIK MENJADI KADINKES KBB  
Buang Limbah B3 Ilegal Malam Hari, Sopir Truk PT Indah Prasta Indonesia Tertangkap Basah Warga
Seminar Pajak SWI: Edukasi dan Kesiapan Masyarakat Jadi Kunci Menghadapi Regulasi Baru
Menjaga Tradisi Religi, Warga Desa Ciantra Konsisten Gelar Peringatan Maulid Nabi Setiap Tahun
Amburadul di Pelayanan, Pengamat Soroti Kinerja PDAM Tirta Asasta Depok Jago Pencitraan di Humas
Itikad Buruk Jual Motor Jaminan Fidusia, Dea Warga Pondok Terong Depok Sengaja Pindah-pindah Rumah Hindari Penagihan Adira
Semangat Baru SWI Jawa Timur, Restrukturisasi Pengurus Diharapkan Tingkatkan Eksistensi Organisasi
“Belum Kami Musyawarahkan, Kok Sudah Beredar?” Anggota P2K Bongkar Polemik Sanggahan 35 Warga Lae Ikan

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 06:25 WIB

SEKIAN LAMA MENJABAT PLT/PJS, AKHIRNYA DR. HJ. LIA N. SUKANDAR,MM.Kes. RESMI DILANTIK MENJADI KADINKES KBB  

Jumat, 11 September 2026 - 06:38 WIB

Buang Limbah B3 Ilegal Malam Hari, Sopir Truk PT Indah Prasta Indonesia Tertangkap Basah Warga

Minggu, 6 September 2026 - 00:45 WIB

Menjaga Tradisi Religi, Warga Desa Ciantra Konsisten Gelar Peringatan Maulid Nabi Setiap Tahun

Rabu, 2 September 2026 - 04:44 WIB

Itikad Buruk Jual Motor Jaminan Fidusia, Dea Warga Pondok Terong Depok Sengaja Pindah-pindah Rumah Hindari Penagihan Adira

Rabu, 26 Agustus 2026 - 01:56 WIB

“Belum Kami Musyawarahkan, Kok Sudah Beredar?” Anggota P2K Bongkar Polemik Sanggahan 35 Warga Lae Ikan

Rabu, 26 Agustus 2026 - 01:51 WIB

Publik Menunggu Ketegasan! Pengawas Akui Sekdes Lae Mbersih Menyalahi Aturan

Selasa, 18 Agustus 2026 - 13:48 WIB

Semarak HUT RI ke-81: Upacara Bendera Berlangsung Khidmat di Lapangan Desa Cimerang  

Senin, 17 Agustus 2026 - 19:28 WIB

Semangat Kemerdekaan Menggema: MIS Abdul Malik Peringati HUT RI ke-81 di Lapangan Pusdikter Desa Laksana Mekar  

Berita Terbaru