Empat Tahun Berlalu, Kesepakatan Tinggal Dokumen? Ahli Waris Desak Pemkab Bandung Barat dan DLH Realisasikan Janji Perbaikan Sawah Terdampak

Redaksi Jabar

- Redaksi

Kamis, 16 Juli 2026 - 08:57 WIB

5048 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARA PAJAJARAN.ONLINE // Bandung Barat – Empat tahun setelah lahirnya sebuah berita acara yang memuat komitmen penyelesaian kerusakan lahan pertanian di Desa Cimerang, Kecamatan Padalarang, realisasi yang dijanjikan dinilai belum juga terlihat. Kondisi tersebut mendorong keluarga besar almarhum Tuan H. Amid Emid melalui ahli waris dan penerima kuasa mendesak Pemerintah Kabupaten Bandung Barat, khususnya Dinas Lingkungan Hidup (DLH), agar segera menindaklanjuti komitmen yang telah dituangkan secara tertulis.

 

Dalam wawancara di lokasi persawahan Kampung Cimerang RT 02/RW 06, Desa Cimerang, Kamis (16/7/2026), WN selaku penerima kuasa ahli waris menyatakan bahwa hingga kini kerusakan saluran dan dampak terhadap lahan sawah masih belum tertangani secara menyeluruh.

 

“Kami meminta keseriusan Bupati Bandung Barat melalui Dinas Lingkungan Hidup untuk menepati dan merealisasikan kesepakatan yang telah dibuat. Jangan sampai berita acara hanya menjadi arsip tanpa pelaksanaan,” ujar WN.

Permintaan tersebut merujuk pada Berita Acara Pertemuan tertanggal 6 September 2022 yang menghasilkan empat poin kesepakatan, yakni normalisasi saluran air, perbaikan pipa beton dan saluran irigasi oleh Paguyuban Perusahaan Kawasan Industri Cimareme, koordinasi teknis pelaksanaan, verifikasi status lahan, serta penyelesaian pekerjaan maksimal tiga bulan sejak berita acara ditandatangani.

 

Namun berdasarkan keterangan ahli waris, hingga pertengahan tahun 2026 belum terdapat realisasi yang dapat dirasakan masyarakat sesuai isi kesepakatan tersebut.

 

Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai efektivitas tindak lanjut hasil pertemuan yang saat itu juga dihadiri unsur pemerintah daerah, perangkat desa, pejabat DLH, perwakilan perusahaan, serta masyarakat terdampak.

 

Akibat belum dilaksanakannya perbaikan, saluran air yang mengalami kerusakan diduga masih menyebabkan sedimentasi dan mengganggu sistem irigasi sehingga berdampak terhadap produktivitas lahan pertanian milik warga.

 

Ahli waris menyatakan seluruh dokumen, bukti administrasi, dan berita acara masih tersimpan dengan baik sebagai dasar untuk meminta penyelesaian secara hukum dan administratif.

 

Peristiwa ini juga menjadi perhatian terhadap pelaksanaan asas kepastian hukum, akuntabilitas, dan pelayanan publik yang baik, sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2014 tentang Administrasi Pemerintahan, Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik, serta pengelolaan dan perlindungan lingkungan hidup berdasarkan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

 

Selain itu, apabila kerusakan lingkungan atau pencemaran benar terjadi akibat aktivitas tertentu, maka diperlukan langkah investigasi teknis, pengawasan, dan penegakan hukum sesuai kewenangan instansi terkait agar kepastian hukum dapat diberikan kepada seluruh pihak.

 

Hingga berita ini diterbitkan, pihak Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bandung Barat maupun Paguyuban Perusahaan Kawasan Industri Cimareme belum memberikan keterangan resmi terkait alasan belum terlaksananya poin-poin kesepakatan yang telah disepakati sejak tahun 2022.

 

Redaksi tetap membuka ruang hak jawab dan hak klarifikasi kepada Pemerintah Kabupaten Bandung Barat, Dinas Lingkungan Hidup, Paguyuban Perusahaan Kawasan Industri Cimareme, maupun pihak lain yang disebut dalam pemberitaan ini sesuai ketentuan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers dan Kode Etik Jurnalistik. Tim investigasi *WN*

Berita Terkait

DPRD Kota Bandung Tetapkan Perda Bank Perekonomian Rakyat
Ismawanto Somantri: “Saya Burung Pipit yang Hadir Selamatkan Demokrasi APDESI” ‎ 
UKW SWI Kalsel Resmi Dibuka, Puluhan Wartawan Didorong Tingkatkan Profesionalisme
HIPKA Jawa Barat Lantik 17 BPD Kabupaten/Kota, Perkuat Jaringan Pengusaha dan Dorong Pertumbuhan Ekonomi Daerah
BPKS dan ASPRINDO Sepakat Kembangkan Pelabuhan Sabang Menuju Green Port
HOAX! Kalapas Labuhan Ruku Tegaskan Isu RZ Kelola Narkoba di Dalam Lapas Tidak Benar, Lapas Labuhan Ruku Zero Narkoba
XTC 04 SOEMBER Ajak Anggota Tebar Kepedulian Sosial, Bangun Kedekatan dengan Masyarakat
Humas PMJ Diduga Minta Berita Dugaan Perampasan HP Wartawan Dihapus, Publik Tanya Komitmen Transparansi Polri

Berita Terkait

Senin, 20 Juli 2026 - 00:16 WIB

Publik Desak Dinas Pendidikan Periksa Pengelolaan Dana BOS dan PIP di SDN 2 Biak Muli Secara Menyeluruh

Senin, 6 Juli 2026 - 13:50 WIB

Grasstrack Kapolres Agara Sukses Digelar, Semangat Bhayangkara dan Prestasi Berpacu di Sirkuit IMI Aceh Tenggara

Minggu, 5 Juli 2026 - 00:05 WIB

Gaungkan Sportivitas di Hari Bhayangkara ke-80, Kapolres Aceh Tenggara Resmi Buka Kejuaraan Grasstrack 2026

Sabtu, 4 Juli 2026 - 00:15 WIB

Pelukan Terakhir di Bumi Sepakat Segenep, Kapolres Aceh Tenggara Berpamitan kepada Purnawirawan

Kamis, 2 Juli 2026 - 18:18 WIB

Pengabdian yang Tulus Selalu Meninggalkan Jejak, Kapolres Aceh Tenggara Pimpin Pemusnahan 161,9 Kilogram Ganja

Kamis, 2 Juli 2026 - 15:07 WIB

Aksi Curat Berakhir di Tangan URC Sat Reskrim Polres Agara, Dua Pelaku Berhasil Dibekuk

Kamis, 2 Juli 2026 - 13:40 WIB

80 Tahun Mengabdi Polri Untuk Masyarakat, Hari Bhayangkara ke-80 di Polres Tenggara Berlangsung Khidmat

Selasa, 30 Juni 2026 - 13:29 WIB

Hari Bhayangkara ke-80, Lomba Menembak di Aceh Tenggara Pererat Sinergi TNI-Polri, Forkopimda, dan Masyarakat

Berita Terbaru

Bandung

DPRD Kota Bandung Tetapkan Perda Bank Perekonomian Rakyat

Sabtu, 31 Okt 2026 - 14:25 WIB