KBB , Desa Cisomang Barat – suarapajajaran.online // Kebahagiaan dan kebanggaan terpancar dari wajah masyarakat Desa Cisomang Barat, Kecamatan Cikalongwetan, saat menyambut kedatangan Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail pada peringatan Milangkala ke-42 desa tersebut.
Kehadiran Bupati Jeje menjadi catatan istimewa dalam sejarah perayaan hari jadi Desa Cisomang Barat. Untuk pertama kalinya sejak menjabat sebagai Bupati Bandung Barat, ia hadir langsung di tengah masyarakat dan mengikuti rangkaian kegiatan yang berlangsung penuh keakraban.
Meski memiliki agenda pemerintahan yang padat, Jeje tetap menyempatkan diri hadir sebelum melanjutkan tugas berikutnya ke Kabupaten Subang. Sikap tersebut mendapat apresiasi dari masyarakat yang menilai kehadiran pemimpin daerah merupakan bentuk perhatian dan penghargaan terhadap desa.
Dalam sambutannya, Jeje mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga kekompakan serta memperkuat kolaborasi dalam mendukung pembangunan daerah.
“Kemajuan daerah tidak bisa dibangun sendiri. Dibutuhkan kebersamaan, komunikasi, dan sinergi yang kuat antara pemerintah dan masyarakat,” katanya.
Momentum kebersamaan semakin terasa saat Bupati Jeje ikut berbaur dengan masyarakat dalam kegiatan shalawat yang diiringi penampilan drum band. Kehangatan suasana mencerminkan kedekatan antara pemimpin daerah dan warganya.
Pada kesempatan yang sama, Anggota DPRD Kabupaten Bandung Barat Ali Rapli Rapsanjani menilai Milangkala merupakan ruang refleksi untuk menghargai jasa para pendiri desa serta memperkuat semangat pembangunan.
Menurutnya, usia ke-42 tahun menjadi bukti perjalanan panjang Desa Cisomang Barat dalam menjaga identitas, budaya, dan semangat gotong royong yang menjadi kekuatan utama masyarakat.
Ali menegaskan dirinya akan terus menjadi jembatan aspirasi masyarakat di tingkat legislatif dan mendorong sinergi yang lebih kuat antara pemerintah daerah dan pemerintah desa demi mewujudkan kesejahteraan masyarakat.
Milangkala ke-42 Desa Cisomang Barat akhirnya tidak hanya menjadi ajang perayaan, tetapi juga momentum mempererat hubungan antara rakyat dan pemimpinnya, sekaligus memperkuat tekad bersama untuk membangun desa yang lebih maju, mandiri, dan berdaya saing.(Red Eddy S)






















